Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Kerakyatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Kerakyatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juni 2013

BBM NAIK, RAKYAT MENJERIT


Sejak bergulirnya kembali rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), rakyat kecil dengan khawatir bercampur kegalauan menikmati detik demi detik kehidupan yang masih dapat merekanikmati. Bagaimana tidak, ketika gong kenaikan BBM sudah dipukul atau sirine telah dibunyikan nanti, maka harga-harga kebutuhan pokok ditengarai akan melambung tinggi seiring dengan kenaikan BBM yang juga cukup tinggi prosentasenya. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harga BBM yang disebabkan dicabutnya subsidi BBM ini menyebabkan harganya naik sekitar 44% yakni dari Rp 4.500,- menjadi Rp.6500,-. Berbagai macam keluh kesah masyarakat mewarnai obrolan-obrolan di pasar-pasar, warung kopi dan di setiap tempat lainnya.

Memang, di sisi lain, pemerintah menjanjikan adanya pengalihan subsidi kepada sejumlah program yang pro rakyat. Karena, subsidi BBM yang saat ini berlangsung disebut-sebut tidak pro rakyat kecil. Ternyata lebih banyak dinikmati oleh masyarakat berduit yang lebih banyak mengonsumsi bahan bakar untuk kendaraan-kendaraan mereka. Orang yang lebih banyak punya motor atau mobil akan lebih banyak menggunakan bahan bakar untuk kendaraannya. Itu berarti, subsidi yang dinikmati oleh orang kaya jauh lebih besar dibandingkan dengan subsidi yang dinikmati orang miskin yang kebanyakan hanya bisa numpang angkot. Oleh karena itu pemerintah berencana mengalihkan subsidi untuk program-program yang lebih berpihak kepada masyarakat miskin (katanya!!!!) seperti PKH, bantuan sosial, dan sebagainya.Walaupun demikian, tetap saja masyarakat merasa galau. Bantuan-bantuan langsung seperti itu tidak akan bisa mengobati pedihnya luka masyarakat akibat melambungnya harga-harga yang diakibatkan kenaikan harga BBM. Masyakarat kebanyakan belum siap dengan dampak kenaikan BBM yang akan melanda multi sektor kebutuhan meraka.

Kegalauan kita semua itu terjawab dengan jeritan dan kepedihan. Rapat paripurna untuk mengesahkan RAPBN-P 2013 pada Senin (17/6/2013) malam akhirnya ditempuh melalui mekanisme voting. Hasilnya, sebanyak 65 persen anggota Dewan yang hadir menyetujui RAPBN-P 2013 yang berisi dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Berikut hasil voting yang dilakukan secara terbuka:
  1. Hanura : 14 orang menolak, 0 menerima.
  2. Gerindra: 26 orang menolak, 0 menerima
  3. PKB: 23 orang menerima, 0 menolak
  4. PPP: 34 orang menerima, 0 menolak
  5. PAN: 40 orang menerima, 0 menolak
  6. PKS: 51 orang menolak, 0 menerima
  7. PDI Perjuangan: 91 orang menolak, 0 menerima
  8. Golkar: 98 orang menerima, 0 menolak
  9. Demokrat: 143 orang menerima, 0 menolak
  10. Jumlah yang menerima 338 anggota, sementara yang menolak 181 anggota.
Dengan hasil voting ini, RAPBN-P 2013 akhirnya disahkan dan BBM dipastikan akan naik.







Sabtu, 21 Januari 2012

CARA BETERNAK AYAM KAMPUNG

Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi, kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Menurut Pararto Wicaksono, untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Bibit
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatif dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.
2. Pakan
Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.
Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
* 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
* 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
* 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
* 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
* 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
* 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
* 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
* 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu
Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.
3. Perkandangan
Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang. Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.
 Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam. Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.
Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.
 4. Manajemen Pemeliharaan
Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
* Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
* Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
* Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.
5. Pengendalian Penyakit
Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :
1. Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
2. Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
3. Melakukan vaksinasi secara teratur
4.Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
5. Manajemen pemeliharaan yang baik
6. Kontrol terhadap binatang lain.
Demikian cara beternak ayam kampong pedaging, semoga dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan menjadikan cara beternak kita lebih baik.(hms)

SUMBER: http://peternakan.umm.ac.id/en/umm-news-2455-cara-beternak-ayam-kampung-pedaging.html

Sabtu, 07 Januari 2012

GRASS MEMBINA KUPP TUNAS BANGSA


Krisis ekonomi global benar-benar  menyisakan dampak yang  kompleks untuk diselesaikan. Perekonomian di negara-negara yang sedang berkembang masih sulit untuk bangkit, termasuk Indonesia yang belum sepenuhnya bangkit dari krisis moneter yang terjadi ditahun 1997-1998. Kondisi ini sangat memperparah perekonomian kita.
Banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang gulung tikar, mengakibatkan sulitnya mencari pekerjaan dimasa sekarang ini. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas. Hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak.
Ini berdampak serius bagi para pemuda yang belum bekerja. Sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan membuat para pemuda terkadang menjadi putus asa bersikap acuh terhadap program yang diberikan oleh pemerintah, bahkan terkadang menunjukkan keputusasaannya ke dalam tindakan-tindakan negative dan kontra produktif. Hal itu wajar karena bekerja merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia.
Salah satu jawaban untuk mengatasi kondisi pemuda tersebut adalah dengan melatih kewirausahaannya. Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan ayam kampung. Namun, isu virus flu burung menyebabkan populasi ayam kampung/ayam buras/ayam jawa semakin berkurang. Akan tetapi permintaan pasar justru semakin meningkat. Oleh sebab itulah kami beternak ayam Jawa Super alias Ayam Kampung Super. Dikatakan Super karena dengan masa pemeliharaan selama 45 - 60 hari saja, ayam telah siap dipanen dan dikonsumsi. Dengan masa yang singkat ini maka resiko kematian juga kecil dan keuntungan bagi peternak lumayan. Dalam rangka memanfaatkan peluang ini, kami yang tergabung dalam kelompok usaha pemuda produktif mendirikan sebuah usaha beternak ayam kampung super yang diberi nama “Tunas Bangsa”.
GRASS sebagai organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat merasa perlu melakukan pendampingan pada kelompok ini. Oleh karenanya dengan bantuan GRASS telah terlaksana  pembangunan kandang ayam berukuran sedang dengan daya tampung 100 ekor ayam di KP.Babakan Pari RT/RW 38/17 Desa Sukaresmi Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.